Annual Report

E-mail Print PDF

Download lampiran aslinya

Annual Report

January – December 2009


Prepared For

National PMU PTD

January 2010

 

 

 

TABLE OF CONTENTS

EXECUTIVE SUMMARY.........................................................................

  1. SITUATIONAL BACKGROUND ……………………….................................
  2. ACTIVITIES DURING THE REPORTING PERIODE ……………………………………..
  3. EVALUATION OF PROGRESS DURING THE REPORTING PERIODE……………..
  4. IMPACTS, RESPONSES AND LESSONS LEARNED ……………………………………….
  5. PARTNERSHIPS………………………………………………………………………………………..
  6. CONCLUSIONS………………………………………………………………………………………….




EXECUTIVE SUMMARY

Program PTD telah berhasil mencatat capaian penting sepanjang tahun 2009 diantaranya adalah masuknya komisi tambahan sebagai komisi khusus dalam forum SKPD Provinsi Sulawesi Tengah yakni “Komisi Perdamaian”. Masuknya komisi ini telah memberi perspektif baru dalam melakukan sinkronisasi dan identifikasi usulan program sensitive konflik dan pro perdamaian dalam mekanisme musrenbang.

Pada awal tahun 2009, PTD Sulawesi Tengah menggagas adanya formulasi musrenbang ideal di tingkat propinsi melalui kegiatan semiloka simulasi musrenbang. Kegiatan ini sebagai starting point penting untuk ditindak lanjuti terutama pemerintah daerah menuju pelaksanaan musrenbang ideal.

Penyebarluasan informasi kepada public terkait kegiatan PTD Sulawesi Tengah dilakukan dengan mencetak buku yang merangkum program dan aktifitas PTD Sulawesi Tengah sepanjang periode tahun 2008. Melalui buku ini, public dapat mengetahui gambaran singkat mengenai program PTD Sulawesi Tengah dan jika terdapat pembelajaran penting program dapat direplikasi di wilayah lain.

PTD Sulteng memfasilitasi kegiatan diskusi informal dengan anggota DPRD Sulteng hasil pemilu 2009 yang dilanjutkan dengan pertemuan multistakeholders dan FGD penguatan Pokja Perda Perencanaan Pembangunan. Dari serangkaian kegiatan tersebut, setidaknya telah berhasil membangun kesadaran dan komitmen anggota legislative baru maupun stakeholders mengenai pentingnya perda perencanaan pembangunan sensitive konflik di daerah. Gagasan ini juga telah disebarluaskan kepada public melalui talkshow radio.

PTD Sulteng meyakini bahwa konflik dapat diminimalisir apabila dapat dideteksi sejak dini, untuk itu telah diberikan dukungan pendanaan kepada Kesbangpolinmas Propinsi untuk kegiatan peningkatan kapasitas stakeholders mengenai pengembangan early warning system di daerah. Rekomendasi dari serangkaian kegiatan ini adalah pentingnya menyusun sebuah kerangka kerja untuk mengoptimalkan early warning system daerah.

PTD Sulteng juga telah mendukung upaya resolusi konflik pengelolaan sumberdaya laut berbasis masyarakat di Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala. Durasi program ini dilaksanakan pada Q4 tahun 2009 dan Q1 tahun 2010. Untuk tahun 2009, kegiatan yang telah dilaksanakan adalah seri FGD di tingkat dusun dan desa. Dari kegiatan ini, diperoleh masukan-masukan penting terkait resolusi konflik pengelolaan sumberdaya laut diwilayah tersebut sebagai basis dalam merancang kegiatan pada tahun berikutnya.

Di tahun 2009 juga PTD Sulteng telah menyelesaikan kegiatan-kegiatan untuk mendukung upaya-upaya pembangunan perdamaian, promosi deteksi dini konflik dan upaya untuk menyebarluaskan pesan-pesan perdamaian melalui pemberian hibah kepada organisasi masyarakat dan lembaga pendidikan.

Proses untuk pemberian dana hibah didahului dengan proses perumusan isu/prioritas yang dilakukan bersama-sama dengan berbagai stakeholder, hal ini penting untuk melihat sejauhmana isu-isu yang dirumuskan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian output pelaksanaan program PTD.

Periode kuartal III Tahun 2009 PTD Sulteng telah memberikan hibah untuk kegiatan mendorong promosi deteksi dini konflik kepada Yayasan Panji Nusantara, Sikap Institut dan Libu Perempuan di wilayah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong. Kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat agar lebih aware terhadap isu-isu perdamaian dalam proses pembangunan diwilayahnya masing-masing dan menjadikan sebagai salah satu komponen penting dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari.

Dalam Periode tahun 2009, PTD Sulteng juga memberikan hibah kepada LPDP Sulteng untuk membangun semangat perdamaian melalui kegiatan peningkatan ekonomi diwilayah Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala.

Untuk penyebarluasan prinsip-prinsip perdamaian kepada institusi pendidikan, PTD Sulteng telah memberikan hibah kepada PPSDM Universitas Tadulako untuk peningkatan kapasitas guru diwilayah Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala dan kabupaten Parigi Moutong tentang pendidikan perdamaian dan multikultur dengan mendorong isu-isu perdamain dimasukkan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan (mulok). Selain itu, PTD Sulteng juga telah menginisiasi bahan bacaan tentang lesson learned program PTD terkait isu akses terhadap air bersih dan resolusi konflik tapal batas desa berbasis adat menggunakan gaya bahasa jurnalis.

  1. Situational Background

Peace Through Development (PTD) Programme merupakan hasil rumusan kerangka kerja bersama antara pemerintah Indonesia dalam hal ini Bappenas serta UNDP Indonesia untuk mendukung proses pembangunan di daerah yang masih dalam pemulihan dari peristiwa konflik termasuk di provinsi Sulawesi Tengah.

Dua asumsi kritis dalam Program ini adalah: (1) Kebijakan yang adil, hukum, peraturan setempat yang berkaitan dengan proses pembangunan yang lebih luas dapat mengurangi kemungkinan penyebaran konflik lebih lanjut; dan (2) Peningkatan partisipasi dari stakeholders dalam proses perencanaan pembangunan dapat mengurangi penyebaran bibit konflik baru.

Program PTD didanai oleh pemerintah Belanda, Inggris, Swedia dan UNDP Sendiri selama lima tahun sejak akhir 2005. Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat sipil sehingga memungkinkan untuk mengelola dan mengurangi potensi konflik melalui perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan sensitive konflik. Peningkatan kapasitas ini berfokus pada dua hal yakni: (1) Penguatan kapasitas pemerintahan untuk mendukung pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian jangka panjang; dan (2) Integrasi sosial dan pembangunan perdamaian dipromosikan melalui solusi berkelanjutan bagi pengungsi dan pengembalian masyarakat serta meningkatkan peluang kerja

Executing Agency PTD di Sulawesi Tengah adalah Bappeda (Propinsi dan Kabupaten Poso serta kota Palu) dibantu oleh Program Managemen Unit (PMU) PTD. Selain Kabupaten dan Kota sasaran tersebut diatas, PTD Provinsi Sulawesi Tengah juga memberikan perhatian pada wilayah non sasaran yakni Kabupaten Parimo dan kabupaten Donggala sebagai wilayah cluster. PTD Sulawesi Tengah menyediakan dukungan program strategis melalui pemberian hibah atau bantuan teknis kepada lembaga masyarakat sipil maupun pemerintah daerah dalam merancang dan melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan tujuan PTD.

Di Sulawesi Tengah, program PTD dimulai sejak awal tahun 2006 dan hingga kini telah memasuki tahun keempat. Sepanjang periode tahun 2009, telah banyak kemajuan-kemajuan penting yang dicapai oleh proyek yang akan diuraikan pada bagian selanjutnya dalam laporan tahunan ini.

  1. ACTIVITIES DURING THE REPORTING PERIOD

Dalam kurun waktu 2009, PTD Sulawesi Tengah telah memberikan dukungan baik kepada pemerintah daerah maupun CSO bantuan tehnis dan hibah untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung perencanaan sensitive konflik dan peace building. Bantuan teknis maupun hibah telah selesai dilaksanakan kecuali hibah terhadap LPA Awam Green yang masih akan berlangsung hingga kuartal pertama tahun 2010.

Pada tanggal 25 Maret 2009, dengan dana sebesar Rp. 20.342.500, PTD Sulteng melak sanakan kegiatan Fasilitasi Komisi Perdamaian dalam Forum SKPD Propinsi Sulawesi Tengah untuk melakukan sinkronisasi usulan SKPD sensitive konflik dan pro perdamaian dalam mekanisme baru musrenbang propinsi.

Kegiatan dilaksanakan di kantor Bappeda Sulteng yang dihadiri oleh program Komite PTD Sulteng, PMU PTD Sulteng, PMU PTD Kabupaten Poso, PMU PTD Kota Palu, SKPD di Propinsi Sulawesi Tengah, Bappeda Kabupaten Parimo, Bappeda Donggala dan Bappeda Banggai Kepulauan, CSO dengan total 45 orang (laki-laki 34 orang, 11 perempuan).

Sementara untuk kegiatan kedua, PTD Sulteng memberikan bantuan teknis dengan anggaran sebesar Rp. 7.312.500 untuk fasilitasi kegiatan simulasi Musrenbang Propinsi Sulawesi Tengah. Tujuan kegiatan adalah mendapatkan masukan mengenai proses persiapan dan pelaksanaan praktis musrenbang ideal propinsi. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Bappeda Sulteng tanggal 28 Maret 2009 dengan peserta 29 orang (laki-laki 22 orang, perempuan 7 orang) yang keseluruhannya berasal dari Bappeda Sulteng.

Berkaitan dengan terpilihnya anggota baru DPRD Sulteng, dipandang sebagai entry point strategis memasukkan gagasan baru PTD ke dalam kebijakan daerah. Oleh karena itu PTD Sulteng memberikan bantuan teknis senilai total anggaran sebesar Rp. 5.736.000 untuk melaksanakan kegiatan diskusi informal dengan anggota DPRD baru mengenai inisiasi perda perencanaan pembangunan sensitive konflik. Tujuan kegiatan adalah membangun kesamaan perspektif mengenai pentingnya perencanaan pembangunan sensitive konflik dalam kerangka hokum daerah.

Diskusi informal dilaksanakan sebanyak dua kali yakni tanggal 11 dan 19 Juni 2009. kegiatan pertama bertempat di Winner Sport Center Silae dengan peserta sebanyak 10 orang (8 laki-laki, 2 perempuan), kegiatan kedua bertempat di Hotel Jazz Palu dengan peserta 8 orang (6 laki-laki, 2 perempuan).

PTD Sulteng memberikan hibah sebesar 45.440.000 kepada PBHR Sulteng untuk melaksanakan pertemuan stakeholder mendorong inisiasi perda perencanaan pembangunan daerah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yakni diskusi informal dengan anggota DPRD terkait pentingnya perda perencanaan pembangunan yang difasilitasi oleh PTD Sulteng. Tujuan kegiatan ini adalah menyatukan Persepsi stakeholder tentang system Perencanaan Pembangunan Daerah. PBHR kemudian melaksanakan kegiatan dalam workshop dan FGD., workshop dilaksanakan pada tanggal 14 November 2009 dengan dihadiri 39 partisipan (34 laki-laki, 5 perempuan), kemudian FGD sebanyak 21 partisipan pada tanggal 5 desember 2009.

PTD Sulteng memberikan dana hibah sebesar Rp. 86.200.000 kepada Kesbangpolinmas Propinsi Sulawesi Tengah untuk melaksanakan kegiatan Pengembangan System Kewaspadaan Dini di Sulawesi Tengah.

Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah need assessment, training dan workshop kewaspadaan dini konflik social dan kampanye dalam kurun waktu November 2009 sd desember 2009. Kegiatan hibah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas stakeholders terkait early warning system di daerah

Pada kuartal 4 tahun 2009, PTD Sulteng menyetujui pemberian hibah sebesar Rp. 101.173.500 kepada Awam Green untuk durasi 4 bulan (Nov 2009-Feb 2010). Pemberian hibah untuk mendukung Awam Green bekerja membangun perdamaian berbasis komunitas dalam pengelolaan sumberdaya laut oleh masyarakat pesisir di lima desa di Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala.

Program Awam Green hingga periode laporan ini masih berlangsung, kegiatan yang telah berhasil dilakukan untuk kuartal 4 tahun 2009 adalah serangkaian FGD tingkat desa dan dusun sebanyak 23 kali dengan melibatkan 265 orang partisipan.


Pelaksanaan Kegiatan Peace Building

Program ini merupakan program grant peace building lanjutan dari periode tahun 2008 dengan durasi program selama 3 bulan dan jumlah anggaran sebesar Rp. 66.970.000,-, diwilayah Kabupaten Parigi Moutong (Desa Kampal, Desa Marantale dan Desa Masigi) dan Kabupaten Donggala (Desa Batusuya, Desa Pewunu dan Desa Sikara) dan difokuskan pada kelompok perempuan dengan tujuan pertama, Meningkatkan kapasitas dan akses perempuan terhadap perdamaian dan kedua, Meningkatkan partisipasi perempuan dalam proses menciptakan dan menjaga perdamaian.

Terdapat enam kegiatan inti yang dilaksanakan pada dalam periode proyek yaitu;

  1. Diskusi Kampung 4 kali yang dilaksanakan di Desa Sikara, Desa Kampal, Desa Marantale dan Desa Pewunu dengan jumlah partisipan sebanyak 64 orang yang kesemuanya perempuan.
  2. Pelatihan Manajemen Organisasi dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang peserta perempuan yang merupakan perwakilan dari 6 desa sasaran.
  3. Pelatihan Resolusi Konfik, yang diikuti oleh 20 orang peserta perempuan yang merupakan perwakilan dari 6 desa sasaran.
  4. Pembentukan Pos Informasi di 6 Desa sasaran yang diikuti oleh 96 orang peserta yang kesemuanya perempuan.
  5. Kemah Damai Perempuan yang dilaksanakan di Desa Batusuya Go’o dan diikuti oleh 200 orang peserta yang berasal dari 6 desa sasaran.
  6. Evaluasi Program yang diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari 6 desa sasaran.

Guna mendorong proses Sistem Deteksi Dini Konflik, PTD juga telah memberikan hibah kepada lembaga AWAM GREEN untuk melaksanakan program Pelatihan dan Pendidikan Perdamaian Dalam Upaya Penyelesaian Konflik Warga di Kecamatan Palu Selatan yang merupakan program grant lanjutan dari periode tahun 2008 dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 52.366.600,- dengan durasi waktu 3 bulan. Program ini mempunyai tujuan umum dan tujuan khusus yaitu Tujuan Umum program ini adalah Membangun model rencana kerja perdamaian secara kolektif dalam mencegah konflik antar komunitas serta mendorong upaya – upaya perdamaian, Tujuan Khususnya adalah Membangun jaringan kerja perdamaian antar warga di tiap kelurahan melalui fasilitator perdamaian.

Kegiatan lanjutan yang telah dilaksanakan yaitu ;

  1. Kampanye pembuatan poster perdamaian sebanyak 2400 lembar yang disebar di 12 kelurahan dalam kecamatan Palu Selatan.
  2. Dialog Perdamaian, Tujuannya yaitu adanya sharing informasi antara warga dan pemerintah kelurahan dan pemerintah Kota Palu tentang potret konflik di Kecamatan Palu Selatan dan diikuti oleh 153 orang yang merupakan perwakilan dari pemerintah kelurahan di 12 Kelurahan, Pemerintah Kecamatan Palu Selatan, Wakil Walikota Palu, SKPD Kota Palu, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Fasilitator Perdamaian dengan komposisi peserta laki-laki sebanyak 117 orang dan perempuan 36 orang ditambah panitia local 13 orang.

Ada 2 kegiatan yang dilaksanakan untuk proses kampanye yaitu Advertorial dan Media Watch yang merupakan kegiatan lanjutan dari periode tahun 2008.

Advertorial bentuk penyampaian informasi kepada masyarakat tentang program PTD baik kegiatan yang dijalankan oleh para grantees maupun yang dikerjakan oleh PMU PTD Propinsi Sulawesi Tengah, yang dimuat diharian Mercusuar sebanyak 6 kali terbitan dengan jumlah alokasi anggaran sebanyak Rp. 37.200.000,-

Sementara kegiatan kedua Media Watch adalah kegiatan Mengumpulkan berita media lokal dan nasional, baik cetak maupun elektronik yang berkaitan dengan jurnalisme damai di Palu dan Poso kemudian melakukan analisis terhadap  berita-berita tersebut. Analisis dilakukan terhadap isi berita dengan menitikberatkan pada etika profesi dan kerangka peace building yang bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu. Hasilnya adalah telah diterbitkan 3 edisi dalam bentuk bulletin 24 halaman sebanyak 1500 eksemplar dengan isu tiap edisi yaitu Isu Pilkada, Isu Bencana dan Isu Pelayanan Listrik, alokasi anggaran untuk kegiatan media watch sebesar Rp. 37.050.000,-.

PTD Sulawesi Tengah bekerjasama dengan PBHR Sulteng telah melaksanakan kegiatan Seri Diskusi Membangun Kesepahaman dengan Anggota DPRD Prop. Sulteng terpilih Hasil Pemilu Dalam Mendorong Kebijakan Sensitif Konflik dengan tujuan, pertama, Mensosialisasikan program perencanaan pembangunan perdamaian di Propinsi Sulteng dan kedua, Membangun kesepahaman bersama dengan para Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Tengah untuk mendorong lahirnya kebijakan yang sensitive konflik.

Kegiatan ini dibuat dalam bentuk 2 kali Diskusi yang kegiatan pertama dilaksanakan tanggal 24 Juni 2009 di Palu Golden Hotel dan diikuti oleh 23 Orang terdiri dari 14 Anggota DPRD, 4 orang Pers, 3 orang perwakilan PBHR dan 2 orang perwakilan PTD. Kegiatan kedua dilaksanakan tanggal 5 juli 2009 di Hotel Jazz Palu yang dihadiri oleh 36 orang terdiri dari 21 orang anggota DPRD Terpilih, 3 orang perwakilan PBHR, 2 orang PMU PTD Prop. Sulteng, 2 orang wartawan dan 4 orang Panitia. Anggaran yang dipergunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp. 27.326.000,-

Pada kuartal III dan IV tahun 2009, PTD Sulteng menyetujui pemberian hibah sebesar Rp. 61.566.725,- kepada Lingkar Belajar Untuk Perempuan (LIBU Perempuan) untuk durasi 4 bulan (19 Agustus-19 Desember 2009). Pemberian hibah untuk melaksanakan program Pembangunan Perdamaian di Kabupaten Parigi Moutong Yang Bertumpu Pada Lokalitas Komunitas dan Kekuatan Perempuan.

Program LIBU Perempuan telah selesai dilaksanakan, kegiatan yang telah berhasil dilakukan sepanjang 4 bulan program ini yaitu ;

  1. Training Earley Warning System yang dilaksanakan tanggal 10 s/d 12 September 2009 di Grant Mitra Lebo dan diikuti oleh 25 orang peserta, laki-laki 10 orang dan perempuan 15 orang, yang berasal dari Desa Silanga, Kelurahan Bambalemo, Kelurahan Masigi dan Kelurahan Bantaya.
  2. Penulisan Peran Lembaga Adat yang Pro Perdamaian dan Perempuan, yang dilaksanakan dari tanggal 14 s/d 30 september 2009 dengan jumlah penulis sebanyak 25 orang, laki-laki 10 orang dan perempuan 15 orang.
  3. Monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan 2 kali.
  4. Workshop Revitalisasi Peran Lembaga Adat dan Peran Perempuan yang dilaksanakan tanggal 16 November 2009 di hotel Grant Mitra Lebo dan diikuti oleh 25 orang peserta, laki-laki 8 orang dan perempuan 17 orang.
  5. Pertemuan Reguler Forum yang dilaksanakan sebanyak 2 kali, yang pertama dilaksanakan di desa Silanga tanggal 5 Desember 2009 diikuti oleh 15 orang peserta, laki-laki 10 orang dan perempuan 5 orang. Kegiatan kedua dilaksanakan di Kelurahan Bambalemo tanggal 5 Desember 2009 dan diikuti oleh 10 orang peserta yang kesemuanya perempuan.
  6. Pencetakan buku yang dilaksanakan tanggal 14 s/d 17 Desember 2009, sebanyak 100 eksemplar.

Untuk mendorong proses membangun perdamaian melalui model kegiatan livelihood, PTD Sulawesi Tengah pada kuartal III dan IV Tahun 2009, juga telah memberikan hibah sebesar Rp. 76.180.000,- kepada Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Perdamaian (LPDP) Sulteng untuk melaksanakan program Institusi Adat Berbasis Ekonomi Upaya memperkuat Perdamaian Masyarakat Di Desa Ketong dan Desa Malei Kecamatan Balaesang dengan durasi program selama 4 bulan, tujuannya adalah Peningkatan kesanggupan dan kemampuan masyarakat local dalam mengelola konflik secara damai dalam berbagai isu-isu sara, ekonomi, soSial, dan budaya secara mandiri dan tepat sasaran.

Kegiatan lanjutan yang telah dilaksanakan yaitu ;

  1. Training dan Workshop Fasilitator yang dilaksanakan tanggal 24 dan 25 Agustus 2009 dan diikuti oleh 4 orang yang semuanya laki-laki.
  2. Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan 8 kali di dua desa yaitu Desa Ketong dan Desa Malei dan diikuti oleh 200 orang peserta, 119 laki-laki dan 81 orang perempuan.
  3. Lokakarya Jaringan Perdamaian yang dilaksanakan 2 kali dan diikuti oleh 42 orang, laki-laki 18 orang dan perempuan 24.
  4. Pelatihan Manajemen Pemasaran Komoditi Pertanian Berbasis Perdamaian 2 kali dan diikuti oleh 42 orang, laki-laki 17 orang dan perempuan 25 orang.
  5. Pelatihan Budidaya Tanaman Holtikultura, Palawija dan Tanaman Perkebunan Berbasis Perdamaian dilaksanakan 2 kali di dua desa dan dikuti oleh 50 orang, laki-laki 37 orang dan perempuan 13 orang.
  6. Pembuatan Abon Ikan berbasis Gender dilaksanakan 2 kali di 2 desa dan diikuti oleh 50 orang, laki-laki 5 orang dan perempuan 45 orang.

Untuk mendorong pembangunan perdamaian dan sistem deteksi dini konflik, PTD Sulteng telah memberikan hibah sebesar Rp. 51.642.750,-, pada periode kuartal III dan IV Tahun 2009, kepada Institut Studi Informasi dan Komunikasi Publik (SIKAP Institute) Sulteng guna melaksanakan program “Stop Kekerasan Melalui Pembangunan dan Pengorganisasian Protokol Warga Di Desa Sibado dan Desa Tompe Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala”, selama 5 bulan. Tujuannya adalah Mendorong kemandirian masyarakat lokal terhadap pembangunan perdamaian yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Kegiatan yang telah dilaksanakan dalam program ini yaitu;

  1. Survey Persepsi Damai yang dilaksanakan dari tanggal 26 agustus s/d 15 september 2009 di dua desa dan diikuti oleh 73 orang, laki-laki 56 orang dan perempuan 17 orang.
  2. Diskusi Tematik 6 kali di dua desa sasaran yang dilaksanakan 2 kali yaitu yang pertama, 7 s/d 9 september 2009 yang diikuti oleh 47 orang, laki-laki 38 orang dan perempuan 9 orang, dan kedua tanggal 12 s/d 14 Oktober 2009 yang diikuti oleh 53 orang, laki-laki 51 orang dan perempuan 2 orang.
  3. Pendampingan dilakukan oleh 2 orang staff lapangan selama 3 bulan yaitu dari bulan agustus s/d oktober 2009 di dua desa sasaran.
  4. Seminar dan Lokakarya dilaksanakan tanggal 18 dan 19 November 2009 di Aula Kecamatan Sirenja dan diikuti oleh 87 orang peserta dari dua desa sasaran, komposisi peserta laki-laki 67 orang dan perempuan 20 orang.
  5. Workshop dilaksanakan dua kali di dua desa yang dilaksanakan tanggal 20 dan 21 November 2009, dan diikuti oleh 41 orang, laki-laki 28 orang dan perempuan 14 orang.
  6. Konsultasi Publik dilaksanakan tanggal 14 Desember 2009 di Aula Kecamatan Sirenja dengan peserta sebanyak 28 orang, lak-laki 26 orang dan perempuan 2 orang.
  7. Pembuatan Poster dan Baliho dilaksanakan tanggal 15 Desember 2009.

PTD Sulawesi Tengah pada periode kuartal III dan IV tahun 2009 juga telah  memberikan dana hibah sebesar Rp. 81.146.815,-, kepada Yayasan Panji Nusantara (YPN) Sulteng untuk melaksanakan program “Penguatan Kelembagaan Lokal Dalam Upaya Membangun Perdamaian Melalui Promosi Sistem Peringatan dan Tanggap Dini Konflik Berbasis Adat di Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala”, dengan durasi program selama 4 bulan.

Tujuan pelaksanaan program adalah pertama, untuk mengidentifikasi potensi-potensi konflik komunitas berbasis adat, kedua, Meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dan kelembagaan adat di wilayah program dan ketiga, Mengkampanyekan arti penting peringatan dan tanggap dini konflik berbasis adat kepada masyarakat luas dan pemerintah dalam upaya mendukung bentuk-bentuk perdamaian.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu ;

  1. Lokakarya Persiapan dan Orientasi Program dilaksanakan pada tanggal 1 s.d 2 september 2009 di Sekret. YPN diikuti oleh 10 orang peserta yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan.
  2. Need Assesment di 6 desa sasaran (Desa Siboang, Desa Balukang, Desa Bou, Desa Pesik, Desa Lenju dan Desa Ogoamas I) dilaksanakan dari tanggal 5 s/d 9 Sept 2009, dihadiri oleh 30 orang peserta yang terdiri dari laki-laki 20 orang dan perempuan 10 orang.
  3. Pelatihan Participatif Rural Apraisal (PRA) dilaksanakan pada 11 s/d 13 sept 2009 bertempat di aula kecamatan sojol, diikuti sebanyak 30 orang yang merupakan perwakilan dari 6 desa sasaran dengan pembagian laki-laki 23 orang dan perempuan 7 orang.
  4. Pembentukan Pos-pos Informasi dilaksanakan dari tanggal 14 s/d 15 sept 2009 di 6 lokasi sasaran diikuti oleh 30 orang yang ditunjuk sebagai pengelola pos-pos informasi pada 6 desa sasaran, laki-laki 23 orang dan perempuan 7 orang.
  5. Diskusi Tematik 6 kali di 6 desa yang dilaksanakan dari tanggal 5 s/d 10 Oktober 2009, yang diikuti oleh 151 orang peserta, laki-laki 114 orang dan perempuan 37 orang.
  6. Diskusi Informal Terbatas 2 kali di du wilayah yaitu, Diskusi I di laksanakan tanggal 18 November 2009 didesa Siboang Kecamatan Sojol yang diikuti 33 orang peserta, laki-laki 23 orang dan perempuan 10 orang, Diskusi II dilaksanakan tanggal 21 november 2009 di dusun Ogoalas Kecamatan Tinombo yang diikuti oleh 35 peserta, laki-laki 33 orang dan perempuan 2 orang.
  7. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan dari tanggal 24 s/d 26 November 2009 di 5 desa sasaran dan diikuti oleh 29 orang, laki-laki 21 orang dan perempuan 8 orang.
  8. Dialog Publik dilaksanakan tanggal 14 Desember 2009 di ruang rapat DPRD Kabupaten Donggala dan diikuti oleh peserta 30 orang laki-laki 20 orang dan perempuan 10 orang.
  9. Pembuatan Poster dan Leaflet dilaksanakan dari tanggal 14 s/d 17 Desember 2009 dan didistribusikan pada tanggal 20 Desember 2009 di 6 desa sasaran dan diluar wilayah program

Pada kuartal III dan IV tahun 2009, PTD Sulteng telah melaksanakan proses pembuatan draf buku lesson learned perjuangan setes air dan penyelesaian batas wilayah desa dengan pendekatan adat. Proses penulisan buku ini melibatkan 3 orang penulis yang berasal dari unsur jurnalis/wartawan 2 orang dan wakil pemerintah 1 orang. Penulisan buku ini sudah selesai dan akan dilakukan proses editing dan layout untuk siap cetak yang rencananya akan dilaksanakan pada periode kuartal I tahun 2010. Anggaran yang terpakai dalam proses penulisan buku ini sebesar Rp. 7.850.000,-

Guna meningkatkan kapasitas guru dalam pendidikan damai dan multikultur, PTD Sulawesi Tengah pada periode kuartal IV tahun 2009 juga telah  memberikan dana hibah sebesar Rp. 43.385.00,-, kepada Pusat Kajian Pendidikan dan Pengembangan SDM Universitas Tadulako untuk melaksanakan kegiatan “pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru Dalam Pendidikan Damai dan Multikultur di Sulawesi Tengah”, yang difokuskan bagi guru-guru SD dan SMP di tiga wilayah yaitu Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 9 s/d 11 Desember 2009 di Hotel Alam Raya Palu yang diikuti oleh perwakilan guru dari wilayah Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terbagi atas laki-laki 20 orang dan perempuan 10 orang.

Tujuannya adalah pertama, untuk meningkatkan pemahaman, kompetensi guru terhadap hakekat pendidikan multikultur di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional secara utuh. Kedua, menjalin sinergi secara fungsional antara guru dengan pemangku kepentingan pendidikan di Sulawesi Tengah dalam meningkatkan kompetensi dan kemampuan guru untuk mengembangkan pembelajaran disekolah secara harmoni dan berkelanjutan.

  1. EVALUATION OF PROGRESS DURING THE REPORTING PERIOD
  • Output: 1.1 Kemampuan provinsi dan kabupaten yang lebih besar dalam menyelenggarakan perencanaan dan dialog kebijakan partisipatif yang tanggap konflik.

Sepanjang tahun 2009. PTD Sulteng mencatat beberapa peristiwa penting yang berhasil dicapai dalam implementasi proyek, diantaranya adalah keberadaan komisi perdamaian dalam forum SKPD di tingkat propinsi yang sebelumnya tidak ada. Keberhasilan memasukkan komisi perdamaian sebagai komisi tambahan telah memberi perspektif baru karena keberadaannya berfungsi untuk melakukan sinkronisasi dan identifikasi usulan program sensitive konflik dan pro perdamaian dalam mekanisme musrenbang (forum SKPD Propinsi).

Keberhasilan memasukkan komisi perdamaian dalam forum SKPD di level propinsi masih menghadapai tantangan yakni tidak bersifat permanent karena semata-mata didasarkan political will pejabat daerah serta tidak adanya alas legal yang mengatur hal tersebut. Titik kritis ini perlu menjadi perhatian serius dimasa datang untuk ditindak lanjuti dengan mencari pijakan hokum untuk mendukung keberadaan komisi dimaksud.

Catatan penting berikutnya adalah review terhadap pelaksanaan musrenbang propinsi dalam bentuk simulasi musrenbang. Kegiatan ini telah berhasil mengidentifikasi beberapa hambatan dan masalah yang dihadapi dengan menekankan pada dua hal penting yakni tahap persiapan dan pelaksanaan untuk musrenbang ideal di level propinsi. PTD Sulteng menyadari bahwa review musrenbang propinsi melalui simulasi hanya starting point yang memerlukan tindak lanjut untuk menemukenali formulasi tepat menuju penyempurnaan musrenbang ideal dimasa datang.

Kemajuan yang dicapai untuk output ini dapat diukur berdasarkan capaian kualitatif pada indicator proyek. Sebelum ada intervensi proyek PTD, mekanisme musrenbang terutama di level propinsi tidak atau belum pernah secara khsusus mengidentifikasi usulan-usulan program SKPD yang sensitive konflik dan pro perdamaian, pelaksanaan musrenbang di level propinsi juga belum dilakukan review pada aspek persiapan dan pelaksanaan sebelumnya dengan penekanan khusus pada pelaksanaan musrenbang ideal di level propinsi. Selain aspek kualitatif, pengukuran capain indicator perlu menekankan pula pada aspek kuantitatif dengan berbagai metode.

Survey PTD Sulteng yang berdasarkan pada persepsi public menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kemampuan provinsi dan kabupaten yang lebih besar dalam menyelenggarakan perencanaan dan dialog kebijakan partisipatif yang tanggap konflik sebesar 65%. Namun demikian, perbaikan metode survey perlu ditingkatkan dengan menekankan pada penggalian informasi lebih dalam sehingga substansi isu dapat dikenali.

  • Output:  1.2 Kemampuan Cabang legislative (Propinsi dan Kabupaten) dengan kapasitas pemerintah untuk dialog  kebijakan dan perencanaan partisipatif sensitive konflik.

Peristiwa penting yang patut dicatat untuk output 1.2 adalah keberhasilan proyek membangun kesamaan perspektif tentang pentingya kerangka hukum di daerah yang mengatur perencanaan pembangunan sensitive konflik di Sulawesi Tengah dengan anggota DPRD Propinsi yang baru terpilih pada pemilu 2009 maupun dengan stakeholders terkait. Pencapaian ini tidak lepas dari peran fasilitasi PTD Sulteng, Keberhasilan membangun kesadaran dan komitmen dicapai melalui serangkaian kegiatan diskusi informal dengan anggota DPRD Sulteng hasil pemilu 2009 yang dilanjutkan dengan pertemuan multistakeholders dan FGD penguatan Pokja Perda Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan oleh PBHR Sulteng atas dukungan PTD Sulteng. Hal ini terlihat dari komentar dan komitmen DPRD maupun stakeholder dalam berbagai pemberitaan media massa local.

Namun demikian pencapaian proyek terhadap hal ini tidak cukup pada level kesadaran dan komitmen, tetapi perlu ditindak lanjuti dengan mengintrodusir kedalam kerangka hukum daerah. Tantangan yang harus diselesaikan salah satunya adalah masih terdapat disparitas pengetahuan diantara anggota DPRD maupun stakeholders lainnya, untuk itu memperkuat kapasitas DPRD dan stakeholders kunci harus menjadi prioritas dimasa datang.

Merujuk pada hasil survey PTD Sulteng sepanjang tahun 2009, menunjukan persepsi public terhadap kemampuan Cabang legislative baik yang lama maupun baru untuk dialog  kebijakan dan perencanaan partisipatif sensitive konflik masih rendah yakni kurang dari 40%.

  • Output:  1.3 Memperkuat Kapasitas rakyat di tingkat propinsi dan kabupaten dalam perencanaan partisipatif  dan dialog kebijakan yang sensitive konflik.

Penyebaran bibit konflik dapat diminimalisir apabila terdapat mekanisme deteksi konflik sejak dini, dalam kaitan ini PTD telah memberikan dukungan pendanaan kepada Kesbangpolinmas Propinsi untuk peningkatan kapasitas stakeholders mengenai pengembangan early warning system di daerah.

Walaupun di Sulawesi Tengah telah dibentuk Forum Kewaspadaan Dini berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri, tetapi faktanya belum dapat berjalan optimal karena berbagai kendala. Kendala-kedala inilah yang mengemuka dalam serangkaian kegiatan yang telah di laksanakan. Rekomendasi dan tindak lanjut yang disepakati adalah pentingnya menyusun sebuah kerangka kerja untuk mengoptimalkan early warning system daerah.

Tantangan yang dihadapi dari sisi management PTD Sulteng adalah keterbatasan dukungan terhadap pelaksanaan rekomendasi kegiatan sebelumnya. Untuk meminimalisir hal tersebut, dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi sebuah keharusan sehingga optimalisasi early warning system dapat berjalan.

Di Sulawesi Tengah, pengelolaan sumberdaya pesisir juga berpotensi menimbulkan konflik karena ketersediaan sumberdaya pesisir tidak sebanding dengan kebutuhan. Oleh karena itu, PTD Sulteng telah mendukung upaya resolusi konflik pengelolaan sumberdaya laut berbasis masyarakat di Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala yang dilaksanakan oleh Yayasan Awam Green dengan durasi program 6 (enam) bulan yakni pada Q4 tahun 2009 dan Q1 tahun 2010. Untuk tahun 2009, telah berhasil diperoleh berbagai masukan-masukan penting terkait resolusi konflik pengelolaan sumberdaya laut diwilayah tersebut sebagai basis dalam merancang kegiatan pada tahun berikutnya. Masukan-masukan utama tersebut diperoleh melalui kegiatan seri FGD di tingkat dusun dan desa.

Untuk mengukur kemajuan pada output mengenai penguatan Kapasitas rakyat di tingkat propinsi dan kabupaten dalam perencanaan partisipatif  dan dialog kebijakan yang sensitive konflik, merujuk pada data hasil survey PTD Sulteng sepanjang tahun 2009 menunjukkan peningkatan positif yakni berkisar pada angka 70% berdasarkan persepsi aparat pemerintah daerah dan legislative daerah.

  • Output: 2.1 Hubungan kepercayaan tercipta/ terbangun kembali di antara instansi pemerintah, organisasi masyarakat madani, masyarakat dan elemen-elemen  yang berpengaruh lainnya

Upaya mendorong pembangunan perdamaian pada periode tahun 2009 ini telah dilakukan dalam proses memberikan pemahaman tentang perdamaian melalui berbagai kegiatan yang diarahkan pada upaya promosi prinsip-prinsip perdamaian dan tanggap dini konflik.

Focus wilayah yang diarahkan pada wilayah-wilayah diluar sasaran program adalah salah satu bentuk untuk lebih menyebarluaskan pesan-pesan perdamaian dan mendorong terciptanya kohesi social dimasyarakat. Selain itu pemilihan isu tentang pembangunan perdamaian dan promosi deteksi dini konflik pada periode tahun 2009 ini telah menghasilkan berbagai kegiatan guna mencapai hasil sesuai output yang diharapkan.

Periode tahun 2009 ini PTD Sulawesi Tengah telah mendukung 3 (tiga) organisasi masyarakat sipil dan 1 (satu) lembaga universitas untuk mengembangkan program pembangunan perdamaian dan promosi deteksi dini konflik di wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong melalui pemberian hibah.

Pelaksanaan program yang berjalan sepangan periode kuartal III dan IV tahun 2009 ini telah menciptakan hubungan kepercayaan antara masyarakat, pemerintah, organisasi masyarakat sipil serta kelompok masyarakat lainnya hal ini, meskipun disatu sisi masih ada rasa keraguan pada awal pelaksanaan tindak lanjut untuk mendukung upaya pembangunan perdamaian di wilayah melaksanakan kegiatan karnaval damai se-Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2010. Hal yang sama juga terlihat dalam pelaksanaan program Sikap Institut dimana tindak lanjut program untuk kampanye perdamaian melalui protocol warga di wilayah Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kecamatan untuk melaksanakan proses yang telah dilakukan oleh Sikap Institut di 12 desa yang berada di Kecamatan Sirenja.

Proses yang sama juga dilaksanakan oleh Yayasan Panji Nusantara dimana program Promosi deteksi dini konflik yang dilakukan di wilayah Kecamatan Sojol dan Kecamatan Sojol Utara Kabupaten Donggala mendapat apresiasi yang baik dari pihak pemerintah dan legislative, dimana program yang dijalankan akan ditindaklanjuti oleh pihak DPRD Kabupaten Donggala untuk mendorong pembentukan lembaga adat dan juga akan melakukan kunjungan lapangan ke wilayah program sebagai bentuk keberlanjutan program yang dijalankan.

Proses peningkatan pemahaman tentang perdamaian juga dikembangkan PTD Sulteng melalui kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas guru dalam pendidikan perdamaian dan multikultur yang bekerjasama dengan PPSDM Universitas Tadulako, dimana hasil dari pelaksanaan kegiatan ini telah memahami cara mengembangkan pendidikan damai dan multikultur di sekolah dengan tidak menambah mata pelajaran atau waktu khusus untuk pembelajaran melainkan mengintegrasikan ke dalam pembelajaran pada mata pelajaran yang telah ada dan juga telah menyusun rencana pengembangan pelajaran (RPP) yang bermuatan nilai-nilai perdamaian dan berbasis multicultural.

Guna mengukur capaian output mengenai hubungan kepecayaan tercipta antara masyarakat, pemerintah, organisasi masyarakat sipil dan kelompok lain, merujuk pada data survey PTD Sulawesi Tengah tahun 2009 menunjukkan hasil yang baik sekitar 80% masyarakat dapat membangun hubungan kepercayaan.

  • Output; 2.2 Kesempatan sumber penghidupan untuk pembangunan perdamaian dalam Manajemen Sampah dan Produksi Bambu/Sagu  yang mendorong keterlibatan antarmasyarakat  dibiayai dan berjalan.

Konflik yang pernah terjadi di wilayah Sulawesi Tengah pada periode tahun 1999-2000 telah mengakibatkan hilangnya sumber-sumber ekonomi masyarakat, hal ini berdampak langsung pada hilangnya sumber penghidupan yang selama ini menjadi pondasi ekonomi bagi masyarakat.

Proses mendorong upaya membangun perdamaian juga diarahkan pada pengembangan sector ekonomi sebagai salah satu hal pintu masuk untuk memberikan pemahaman tentang perdamaian dan membangun kohesi social antar masyarakat.

Tahun 2009 PTD Sulteng juga memfasilitasi pelaksanaan program livelihood yang dilaksanakan oleh LPDP Sulteng, kegiatan ini diarahkan untuk kepentingan proses membangun perdamaian melalui beberapa kegiatan pengembangan ekonomi local dan mendorong proses penyadaran tentang arti perdamaian dan dampak konflik. Kegiatan yang dilaksanakan pada periode kuartal III dan IV di wilayah Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala telah memberikan arti penting bagi masyarakat untuk memahami prinsip-prinsip perdamaian.

Hasil survey PTD Sulawesi Tengah tahun 2009 guna mengukur capaian output ini menunjukkan data 50% masyarakat sering melakukan interaksi dengan komunitas lain diluar kegiatan PTD.

  1. IMPACTS AND LESSONS LEARNED

Proyek PTD di Sulawesi Tengah telah memberi dampak positif terhadap upaya peningkatan proses perencanaan yang sensitive konflik dan pembangunan perdamaian. Pemerintah daerah maupun masyarakat umum menyadari bahwa intervensi PTD Project telah memberi perspektif baru dengan menekankan pada aspek sensitifitas konflik dan perdamaian dalam proses perencanaan.

Konteks capaian pelaksanaan program ditahun ini dijalankan berdasarkan hasil pembahasan isu/prioritas program yang dilakukan bersama-sama dengan berbagai stakeholder, perumusan isu/prioritas ini penting untuk dijadikan sebagai pegangan dalam perumusan program yang akan dijalankan.

Peningkatan kapasitas dalam berbagai bentuk secara tidak langsung turut berkontrbusi pada pembangunan trust antara pemerintah dengan masyarakat sebagai kompenen penting pembangunan. Peningkatan kapasitas disatu sisi dan terbangunnya trust di sisi lain, merupakan kunci utama mendorong partisipasi public dalam berbagai aspek pembangunan. Partisipasi tidak lagi sekedar procedural tetapi lebih dari itu, secara subtansial terjadi perubahan perspektif pada aspek perencanaan dan pembangunan perdamaian dengan bertumpu pada kebutuhan dan konteks local.

Proses peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah serta dialog para pihak telah meningkatkan kesetaraan akses untuk terlibat dalam proses pembangunan secara signifikan. PTD Sulteng telah memainkan peran penting dalam mendukung para pihak untuk melakukan perencanaan pembangunan sensitif konflik dan pembangunan perdamaian dalam jangka panjang.

Misi perdamaian dan pembangunan merupakan kata kunci yang penting dalam pelaksanaan program selama ini, proses-proses mendorong peningkatan kapasitas tidak hanya diletakkan dalam kerangka peningkatan skill/kemampuan namun juga diletakkan pada pemahaman akan arti penting perdamaian bagi pelaksanaan pembangunan baik ditingkat lokal maupun ditingkat regional.

Perjalanan program juga telah membangkitkan semangat untuk mengupayakan isu-isu perdamaian dijadikan sebagai suatu acuan untuk pelaksanaan program selanjutnya yang akan diinisiasi oleh Pemerintah dan juga masyarakat.

Upaya-upaya mendorong konteks perdamaian sebagai landasan perumusan kebijakan juga dilakukan dalam konteks mendorong proses penyebarluasan pendidikan perdamaian dan multikultur sebagai salah satu hal yang perlu ditindaklanjuti, proses perumusan rencana pengembangan pelajaran (RPP) yang telah dilakukan diharapkan dapat dilanjutkan dengan proses piloting pembelajaran pendidikan perdamaian dan multikultur serta mengupayakan lahirnya suatu bahan ajar yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi tenaga pendidik dalam menjalankan pendidikan perdamaian sebagai bagian integrasi kedalam kurikulum pendidikan yang telah ada.

Sepanjang tahun 2009, disadari bahwa capaian tidak selalu berjalan lancar, intervensi proyek dalam jangka pendek berimplikasi pada kesulitan untuk mengukur beberapa capaian indikator proyek. Untuk itu dibutuhkan intervensi proyek yang lebih terukur dan berkelanjutan misalnya dengan mendorong lahirnya kebijakan daerah termasuk dengan memberi perhatian pada peningkatan kapasitas legislatif sebagai salah satu komponen kunci pembangunan.

  1. PARTNERSHIPS

Sepanjang pelaksanaan proyek tahun 2009, PTD Sulteng telah membuat suatu kemajuan signifikan dalam meletakkan dasar-dasar kemitraan dengan banyak pihak termasuk pemerintah daerah, DPRD , CSO, akademisi dan masyarakat umum.

Kunci keberhasilan PTD Sulteng adalah menekankan pada upaya-upaya membangun kemitraan yang kuat dengan stakeholders kunci yang aktif dalam upaya mendorong lahirnya perencanaan pembangunan yang sensitif konflik dan pembangunan perdamaian di Sulawesi Tengah . Staf PTD Sulteng telah sangat aktif dalam membangun kemitraan dengan actor-aktor kunci yang bergerak pada isu perencanaan sensitive konflik dan promosi pembangunan perdamaian. Salah satu capaian kemitraan  penting yang perlu dicatat adalah adanya dukungan ril dari pemerintah daerah untuk ikut serta dalam pembiayaan bersama program PTD tahun 2010 yakni inisiasi dan advokasi perda perencanaan sensitive konflik di Sulawesi Tengah termasuk dalam hal ini adalah komitmen donor lain seperti Serasi Proyek.

  1. CHALLENGES AND RESPONSES

Bantuan teknis maupun hibah yang diberikan kepada banyak pihak baik pemerintah daerah maupun CSO, dalam implementasinya walau secara keseluruhan dapat dianggap berhasil mencapai tujuan-tujuan yang digariskan dalam proyek tetapi dalam beberapa hal masih menghadapi tantangan.

Beberapa CSO ataupun SKPD yang menerima hibah PTD memiliki kemampuan berbeda dalam beberapa aspek yakni pada penyusunan proposal, pelaksanaan program, penyusunan laporan naratif maupun keuangan. Untuk meminimalisir tantangan dimaksud, staf PTD Sulteng berupaya menyederhanakan guideline proposal agar lebih mudah diserap oleh calon grantee, kemudian secara aktif melakukan monitoring dan evaluasi serta konsultasi teknis.

Konsultasi teknis dilakukan dengan mendatangi kantor grantee ataupun meminta grantee untuk ke kantor PTD Sulteng jika terdapat masalah-masalah teknis yang harus diselesaikan. Menurut penilaian PTD Sulteng, cara ini efektif untuk meningkatkan kemampuan grantee dalam penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, penyusunan laporan naratif maupun keuangan.

  1. CONCLUSIONS

Secara umum, proyek PTD telah mencatat kemajuan signifikan dalam mendukung model perencenaan sensitive konflik dan pembangunan perdamaian melalui pemberian hibah ataupun bantuan teknis kepada stakeholders kunci baik pemerintah maupun masyarakat dengan penekanan pada peningkatan kualitas.

Dalam periode ini juga patut dicatat kemajuan pada aspek kemitraan antar pemangku kepentingan serta keberhasilan membangun ownership pemerintah daerah terhadap program PTD Sulteng dengan mengalokasikan anggaran khusus sebagai co-financing program maupun komitmen donor lain (PROYEK SERASI-USAID)  untuk turut serta mendukung program PTD Sulteng pada tahun 2010.

Tahun 2010 merupakan tahun terakhir PTD Sulteng beroperasi, dukungan dan kemajuan yang telah dicapai, keberlanjutannya harus mendapat prioritas agar tidak mengalami stagnasi dengan mendorong adanya kerangka hukum daerah di bidang model perencanaan sensitive konflik dan pembangunan perdamaian termasuk dengan memperkuat kapasitas anggota baru DPRD Sulawesi Tengah sebagai representasi rakyat agar dapat lebih berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan riil masyarakat.

Selain itu juga diharapkan proses-proses dalam upaya mendorong pendidikan perdamaian integrasi kedalam kurikulum pendidikan penting untuk dilakukan guna menjadikan hal ini sebagai salah satu bahan bagi para tenaga pendidik untuk menjadikan isu perdamaian sebagai bahagian yang penting dalam proses pembangunan.


 

Copyright2010 Bappeda Sulteng. All right reserved